Kalo hari ini bisa ia cepatkan waktunya hingga jam 11 malam nanti, akan segera ia lakukan.
Hati ini begitu bergejolak baginya karena hari ini adalah hari terakhir baginya jauh dari teman hidupnya. Rasa kangen sekaligus emosi memuncak terjadi saat ini dan dia paling tidak suka itu. Jujur, mungkin upaya untuk menghilangkan rasa buruk itu amat susah, terlebih bahwa dia termasuk orang yang sangat menyukai sesuatu dipendam sendiri di dalam hati. Dia amat tau, kalaupun harus berbicara didepannya, ia pasti akan diam seribu bahasa. Terasa tercekik lehernya ketika berhadapan dengan sosok yang kurang lebih 2 tahun menemani suka-dukanya.
Hati ini begitu bergejolak karena besok dia harus menemui salah satu pria idamannya. Well, meskipun belum menjadi idola, tetapi rangkaian katanya dalam setiap pesan yang ia kirimkan begitu menyentuh bagian yang jarang dihinggapi bahkan oleh teman hidupnya sendiri. Sesosok idaman yang tidak begitu sempurna parasnya, namun dia sangat percaya bahwa hati lelaki tersebut begitu lembut bagai kapas yang baru saja terbentuk.
Hati ini begitu gelisah, karena ia takut untuk mengutarakannya kepada teman hidupnya. Apa yang akan terjadi pada teman hidupnya kalau dia menceritakan bahwa besok dia harus menemui pria idamannya itu? Apakah ia termasuk selingkuh? Entahlah.. Mungkin dia begitu emosional hari ini.
Hai wanita anggun nan manis, sejauh matamu tidak berubah menjadi pandangan yang berhawa nafsu, sepanjang tanganmu tetap menjaga untuk terus digenggam oleh teman hidupmu, selama badanmu tertutup aurat dan rapih, sejauh itulah kamu tidak disebut dengan yang namanya selingkuh.
Apa sih selingkuh itu? Sejauh mana sih kita disebutkan sebagai 'tukang' selingkuh?
Persepsi orang berbeda-beda... Namun bagi wanita anggun ini punya caranya sendiri mendefinisikannya. Ketika hatimu mempunyai rasa 'selingan' sejauh itu pula rasa rindu teman hidupmu itu memuncak. Dia tidak pernah ingin memanfaatkan situasi ini untuk berpaling, apalagi mendua.
Ketika mendua adalah pilihan, memilih untuk menjadi satu-satunya adalah kewajiban baginya.
Ketika mendua menjadi pilihannya, maka kata terlambat muncul karena pilihannya.
Kata terlambat adalah hantu baginya.
Kata terlambat adalah hal yang begitu dihindarinya.
Kata terlambat kini melekat padanya.
Kalau kamu bahagia dengan orang yang 'salah', bayangkan seberapa bahagiamu nanti ketika bertemu dengan orang yang 'tepat'.
see you,
Nona Kaca
No comments:
Post a Comment