Pages

Thursday, 6 February 2014

Setia

Kesetiaan itu... 
Dia bisa pergi tapi dia memilih tinggal
Dia bisa saja memilih orang lain tapi dia tetap memilihmu
Dia yang hatinya tetap selalu ada dan berdekatan,
walau tubuh berjauhan dan telah tidak ada.

If only

Kalau aku disampingmu,
aku layaknya bunga melati yang malu-malu untuk mekar cepat, karena tau cepat pula aku akan layu.

Kalau aku disampingmu,
aku layaknya perahu yang enggan menyerah cepat hanya karena ombak yang keras di tengah laut, karena aku tahu, ombak itu lawan tangguh yang harus dilalui.

Kalau aku disampingmu,
aku layaknya vas bunga keramik, menjadi pelindung sang permaisuri yang kalau sang pemiliknya mencari, iya masih tetap indah seperti saat pertama.

Kalau aku disampingmu,
aku layaknya seorang hamba, penuh dosa, tapi seumur hidupku ditemani oleh bidadari surga-Nya.

Karena kamu,
jembatan hati, yang tidak akan pernah roboh, meskipun beban yang kau tangani, melebihi yang kamu pikirkan.

Karena Tuhan,
tidak akan memberikan cobaan melebihi kemampuan hamba-Nya. apalagi seorang hamba sepertimu.

Wednesday, 5 February 2014

Kata aku

Kata aku, yang namanya cinta itu abadi. Kata aku, yang namanya sayang itu pilihan. Kata aku, yang namanya suka itu tidak bisa diprediksi.

Kata aku, suka itu selalu muncul yang paling pertama, tapi sifatnya amat sangat sementara. Kalau suka belum tentu sayang, tapi pasti tak segan memujinya. Kalau suka pasti hidupmu berbunga-bunga, tapi bunga itu cepat rontok dan tidak lama akan layu. Butuh air untuk membuatnya tetap hidup, yaitu sayang.

Kata aku, sayang itu muncul sebelum rasa cinta itu ada. Sayang itu sifatnya sangat unik, karena rasa sayang itu bukan hanya untuk seorang pasangan hidup, tapi juga kepada keluarga, teman, sahabat, kerabat, dan lain-lain. Sayang itu tumbuh dengan rasa untuk mulai saling memikirkan, tapi tidak mudah menumbuhkan rasa saling percaya. Mungkin bungamu itu tidak layu, namun tidak pula mekar. Karena butuh dipupuk oleh yang namanya rasa cinta.

Kata aku, cinta itu adalah yang utama. Yang tertinggi, bukan yang pertama. Cinta itu tumbuh dengan rasa percaya, bukan rasa saling curiga. Cinta itu sifatnya abadi, karena cinta bukanlah sesuatu yang mudah dipermainkan. Karena cinta tidak mungkin muncul kalau belum ada yg namanya sayang. Cinta itu tumbuh dengan sempurna. Layaknya bunga mawar yang kamu siram setiap harinya dengan air yang cukup. Layaknya mawar merah yang kelopak bunganya kau pelihara agar tidak rontok sebelum ia mekar. Layaknya mawar merah yang kamu pupuk dengan sepenuh hati, karena kamu percaya, suatu saat bunga itu akan mekar dengan sempurna.

Tuesday, 4 February 2014

Bukan Tidak Mungkin

Kau pasti tidak memikirkan hal ini.
Aku tau, menjadi sepertiku itu pasti lelah, sungguh lelah. Membohongi diriku sendiri, tidak menyadari bahwa aku bukanlah pilihan utamamu. Bukan menjadi yang menguasai pagi-malammu. Bukan menjadi yang menetap di pikiranmu setiap saat. Bukan yang membuatmu gusar ketika ponselmu tak kunjung berdering. Bukan menjadi yang membuatmu menitikan cairan dari matamu ketika ada berita buruk datang.

Memang bukan.
Dan bodohnya, aku terus saja berusaha, mempertahankan sesuatu yang seharusnya aku tidak perlu pertahankan. Mempertahankan keegoisanku untuk terus merebut posisi milik yang lain. Berusaha menggantikan apa yang seharusnya dilakukan oleh yang lain. Melupakan bahwa Tuhan sudah mentakdirkan bahwa setiap orang sudah mempunyai porsinya masing-masing. Melupakan bahwa Tuhan sudah mentakdirkan bahwa menjadi manusia itu tidak boleh serakah. Bahwa sesungguhnya hidup itu memang sebuah pilihan.

Pilihan untuk tidak menjadi yang kedua.
Kenapa harus ada pilihan di hidup ini? Kenapa Tuhan tidak menakdirkan sesuatu yang langsung begitu saja kita terima? Kenapa pilihan itu tidak bisa kita ambil semua? Kenapa kita tidak bisa menjalani pilihan itu semuanya bersamaan? Kenapa?

Karena pilihan itu jalan menuju kedewasaan.
Karena Tuhan itu Maha Adil. Karena dewasa itu bukan dilihat dari berapa umurmu, tapi dari seberapa sering kamu menentukan pilihanmu, seberapa sering kamu memutuskan sebuah keputusan. Seberapa yakinkah kamu memilih nasibmu sendiri, menjadi sebuah pilihan kedua atau sebuah kewajiban yang utama.

Bukan tidak mungkin.
Beranjaklah ke tingkat kehidupan yang lebih tinggi. Ke kehidupan dimana kamu harus pintar memilih. Pintar menjaga apa yang sudah menjadi pilihan dan takdirmu. Jagalah apa yang kau pilih menjadi sebuah kewajiban yang utama. Kita tidak pernah tau, apakah dia hanya sesaat, ataukah memang menjadi takdirmu. Karena pilihan itu mungkin salah, tapi takdir tidak pernah salah. 

Karena semesta selalu mendukung.
Entah baik ataupun menjadi lebih buruk. Dan bukan tidak mungkin, setelah aku menjadi yang utama, aku akan mempunyai 'kawan' yang menduduki posisiku di hidupmu sebelum aku menjadi yang utama.