Kalau aku disampingmu,
aku layaknya bunga melati yang malu-malu untuk mekar cepat, karena tau cepat pula aku akan layu.
Kalau aku disampingmu,
aku layaknya perahu yang enggan menyerah cepat hanya karena ombak yang keras di tengah laut, karena aku tahu, ombak itu lawan tangguh yang harus dilalui.
Kalau aku disampingmu,
aku layaknya vas bunga keramik, menjadi pelindung sang permaisuri yang kalau sang pemiliknya mencari, iya masih tetap indah seperti saat pertama.
Kalau aku disampingmu,
aku layaknya seorang hamba, penuh dosa, tapi seumur hidupku ditemani oleh bidadari surga-Nya.
Karena kamu,
jembatan hati, yang tidak akan pernah roboh, meskipun beban yang kau tangani, melebihi yang kamu pikirkan.
Karena Tuhan,
tidak akan memberikan cobaan melebihi kemampuan hamba-Nya. apalagi seorang hamba sepertimu.
No comments:
Post a Comment