Kata
aku, yang namanya cinta itu abadi. Kata aku, yang namanya sayang itu pilihan. Kata
aku, yang namanya suka itu tidak bisa diprediksi.
Kata aku, suka itu selalu muncul yang paling pertama, tapi sifatnya
amat sangat sementara. Kalau suka belum tentu sayang, tapi pasti tak segan
memujinya. Kalau suka pasti hidupmu berbunga-bunga, tapi bunga itu cepat rontok
dan tidak lama akan layu. Butuh air untuk membuatnya tetap hidup, yaitu sayang.
Kata
aku, sayang itu muncul sebelum rasa cinta itu ada. Sayang itu sifatnya sangat
unik, karena rasa sayang itu bukan hanya untuk seorang pasangan hidup, tapi
juga kepada keluarga, teman, sahabat, kerabat, dan lain-lain. Sayang itu tumbuh
dengan rasa untuk mulai saling memikirkan, tapi tidak mudah menumbuhkan rasa saling
percaya. Mungkin bungamu itu tidak layu, namun tidak pula mekar. Karena butuh
dipupuk oleh yang namanya rasa cinta.
Kata
aku, cinta itu adalah yang utama. Yang tertinggi, bukan yang pertama. Cinta itu
tumbuh dengan rasa percaya, bukan rasa saling curiga. Cinta itu sifatnya abadi,
karena cinta bukanlah sesuatu yang mudah dipermainkan. Karena cinta tidak
mungkin muncul kalau belum ada yg namanya sayang. Cinta itu tumbuh dengan
sempurna. Layaknya bunga mawar yang kamu siram setiap harinya dengan air yang
cukup. Layaknya mawar merah yang kelopak bunganya kau pelihara agar tidak
rontok sebelum ia mekar. Layaknya mawar merah yang kamu pupuk dengan sepenuh
hati, karena kamu percaya, suatu saat bunga itu akan mekar dengan sempurna.
No comments:
Post a Comment